Senin, 14 Januari 2013

akasia

datanglah tenang melalui lubang kekosongan yang kami dekap pada batang akasia yang kami tanam semasa kanak-kanak dulu tanpa tujuan agar menjadi hal yang memiliki kenangan saat hujan rintik membanjur rambut melewati pelipis lalu turun ke cuping memutar dari ulir pertama menuju ulir kedua bersama iringan lendir yang menetas dari telur-telur congek binatang yang kami sebut kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar