Selalu ada yang menyepi pada batanghari
memagut kewajaran dan kenangan
lalu merangkainya menjadi gambar-gambar yang membayang pada alir sungai.
Selalu ada yang terdiam
ketika sangkakala lancung semarak
mengarak kalender yang takpernah bergandengan.
Sayup-sayup aku dengar gemeresik langkahmu
menyusut di tengah mercon yang riuh rendah
menghantam bumantara.
langit-langit menangis.
krisan menimbun pada jejak karammu
yang tinggal riwayat.
apakah ada pembenaran dari apa yang disebut pembaruan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar