Kamis, 03 Januari 2013

selalu ada

Selalu ada yang menyepi pada batanghari
memagut kewajaran dan kenangan
lalu merangkainya menjadi gambar-gambar yang membayang pada alir sungai.

Selalu ada yang terdiam
ketika sangkakala lancung semarak
mengarak kalender yang takpernah bergandengan.

Sayup-sayup aku dengar gemeresik langkahmu
menyusut di tengah mercon yang riuh rendah
menghantam bumantara.
langit-langit menangis.
krisan menimbun pada jejak karammu
yang tinggal riwayat.

apakah ada pembenaran dari apa yang disebut pembaruan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar