Senin, 18 Februari 2013

bapak

bilang pada bapakku, sore ini aku pergi ke sawah. memotong nasib dan menanam angin. sebelum badai. aku tau, bapakku dulu juga begitu. tapi dia gagal, yang ia tanam sia-sia. dia lupa melumuri paritnya dengan mantra. padahal, gurunya sudah memberi mantra bertahun-tahun lalu untuk dihapal. tapi dia lengah. sekarang giliranku. biar, bapak tidur saja. di atas bantal yang aku isi mimpi.
" nak, mantramu belum sempurna!" igau bapak .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar