waktu di depan teras rumah
aku dengar semilir angin menggoda suaramu
yang kaku yang bergetar
ketika cuaca mulai mendung hinggap
di atap saung yang kita bangun
sewaktu pagi
sebagai tempat untuk berteduh yang letaknya takjauh dari permulaan
''agar kita ingat kapan kita berawal''
katamu.
lalu kita tanam nagasari yang berbuah
saat aku pulang dari kelahiran
atau meranggas ketika kamu pergi menjemput kehidupan yang tidak lagi fana
'' tapi, apa kamu ingat kapan kita berawal''
kataku membeku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar