Perubahan terus berjalan sampai saat ini, dilengkapi tujuan yang lebih baik dari sebelumnya. Namun, semuanya itu hanya proses yang melahirkan preferensi di persimpangan jalan. Mau ke manakah kita?
Manusia terus tumbuh disertai pengulangan. Ada bayi-bayi lahir di dipan
tetangga dan orang-orang tua mati ditelan kesunyian. Semua merupakan proses. Dari
proses itu manusia belajar menutupi keterbatasannya. Dari proses itu kita
paham, bahwa kata-kata hanya mampu membawa wawasan yang bersifat sementara.
Sampai kita mafhum atas semua hal yang kita lakoni dan bagikan hanya sekadar
kewajiban terhadap sesama.
Mungkin penyair wanita di atas benar, bahwa orang tua memiliki kelebihan.
Mereka mengakumulasi kesalahan dan menidurkannya. Suatu proses rekonsiliasi masa
silam yang diiringi kecemasan dan melahirkan kebijaksanaan di ujung jalan. Sebuah
sifat yang tidak bisa dibagikan. Dan peran kata terasingkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar