Dulu kau pernah bilang, "angin berhembus menjelma padam tanpa kau tahu rupanya" , Dan aku menatapmu
dengan beribu doa, menimbang-nimbang kala kita habis ditelan hari. Bersiap segala yang kuingat habis dilumat mati.
Tahukah kau, tentang alam abadi?
Alam yang tidak memiliki titik untuk sepotong rencana. Kita akan ke sana,nanti.
Lalu ,diam-diam kita cermati, barangkali ada satu atau dua detik yang bisa kita
pungut, untuk berbincang di tengah kebun yang permai. Dan rinai hujan
menggiring keintiman di sudutnya dalam senja yang tak berjeda.Tempat kau dan
aku mereka-reka keniscayaan.
Apakah kau masih ingat dengan
dua detik yang kau pungut kemarin? Aku masih menyimpannya. Walaupun, kita tahu,
bahwa detik tidak akan cukup untuk menyatakan keinginan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar