Sabtu, 08 Juni 2013

Dua Detik

Dulu kau pernah bilang, "angin berhembus menjelma padam tanpa kau tahu rupanya" , Dan aku menatapmu dengan beribu doa, menimbang-nimbang kala kita habis ditelan hari. Bersiap segala yang kuingat habis dilumat mati.
Tahukah kau, tentang alam abadi? Alam yang tidak memiliki titik untuk sepotong rencana. Kita akan ke sana,nanti. Lalu ,diam-diam kita cermati, barangkali ada satu atau dua detik yang bisa kita pungut, untuk berbincang di tengah kebun yang permai. Dan rinai hujan menggiring keintiman di sudutnya dalam senja yang tak berjeda.Tempat kau dan aku mereka-reka keniscayaan.
Apakah kau masih ingat dengan dua detik yang kau pungut kemarin? Aku masih menyimpannya. Walaupun, kita tahu, bahwa detik tidak akan cukup untuk menyatakan keinginan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar