Dalam pekik seribu burung kedasih
yang menyengkak tempo hari,
ada yang mengais napas dalam-dalam,
ketika darah menjadi lumrah
membanjur jalan-jalan
dan taman-taman,
yang tidak tahu mengapa ada peran yang dijalankan
Kota-kota hanya pasrah,dijamah sejarah.
Paham, bahwa pekik kedasih akan tersiar
menjadi saksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar