Kamis, 12 Desember 2013

Berjalan

Kita selalu berjalan. Bertujuan atau tidak itu urusan belakangan, karena rambu atau petunjuk tidak selalu ada dalam benak setiap orang.
Kita selalu berjalan. Bergandengan dan tidak bergandengan merupakan sebuah pilihan. Ikatan bukan lagi jaminan.
Kita selalu berjalan. Dijatuhkan atau menjatuhkan adalah kepentingan. Tiap orang akan menerima dengan lapang, dan bergiliran

Waktu bukan lagi ukuran saat ini. Persepsi kita tentangnya telah hangus dikunyah siklus. Berputar dan berputar. Sehingga kejadian tidak lagi sakral. Kita akan cepat lupa tentang masa-masa di mana anak kecil mengejar layangan sampai larut malam. Kita akan lekas lupa tentang skandal para begundal yang merapal tentang kelurusan di ruang yang katanya bermoral. Pengadilan. Lalu, kita menjadi terbiasa lupa di mana kasih sayang hadir di tengah kesibukan.

Ini bukan sekadar gumam dan dugaan. Masalah lupa akan menjadi masalah paling besar di abad puluhan. Tidak ada lagi waktu sarapan, makan siang, dan makan malam.Tidak ada lagi muda dan tua. Dan tidak ada lagi yang nyata dan maya. Segala melebur di dalam suatu kuali yang panas oleh kebutuhan dan keinginan jutaan orang di sini.

Tapi memang kita akan tetap dan terus berjalan, walaupun hanya menggeser pantat untuk mengusir kebosanan. Kita akan tetap berjalan, sampai  mata meremang dan kita ditinggalkan orang-orang.
Beberapa langkah dari pemakaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar