Jumat, 11 Mei 2012

doa untuk mereka

Tuhanku...aku tidak mengerti apa yang harus dilakukan dan mengapa?
kala waktumu mengikis gundukan hari, meresap ke dalam urat-urat tanah dan tak menyisakan jejaknya, aku masih termangu menentangnya. Butir-butir senja sudah aku simpan beserta keindahannya dalam keranjang iman, berdesakan, bersama riwayat yang usang dirusak zaman. Apakah ini simpulnya? setelah jutaan titik hujan membasahi jagad dan matahari mengumpat di sela-sela kearifannya, aku tetap satu untuk urusan ini. Jangan Kau angkat mereka terlalu pagi...mimpiku masih panjang mendengar senda gurau beserta sedu sedannya. Melihat tingkah laku dan amarah mereka yang kadang membuat mata jenuh.
Namun jika harinya telah tiba dan aku masih tetap pada awalnya, jangan kenalkan kami pada kenestapaan. bubuhi saja jalannya dengan senandung surgaloka yang damai tanpa pekik dari dinding api abadiMu, agar mereka tertidur pulas dalam hikayatnya yang suci.
Tuhanku... aku tak akan mengerti apa yang semestinya dimengerti. yang aku pahami saat ini, aku dan mereka sedang berjalan di atas permadani kehidupan yang permai ditemani celoteh burung dari alamMu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar