
"Fakta ataupun fiksi tetaplah konstruksi manusia, bukan kenyataan itu sendiri. Menarik untuk diikuti bahwa ternyata fakta maupun fiksi tidak bisa mengklaim kenyataan secara mutlak. Kenyataan itu menghadirkan dirinya, mengada ke dalam sejarah, lewat suatu proses komunikasi yang tidak pernah terputus. Fakta dan fiksi hanyalah bagian dari mata rantai itu saja. Fakta maupun fiksi hanyalah cara manusia memberi makna kepada dunia dan kehidupannya."
"saya telah memberi catatan, bahwa kenyataan apa pun yang teryakinkan dari tulisan saya harus ditaruh di dalam tanda kurung. Kita hidup di dalam dunia makna, segala sesuatu adalah tanda yang masih selalu bisa ditafsirkan kembali secara kritis: apalagi segala sesuatu saya tulis dalam intensi kepentingan saya."
"Kebebasan ternyata melahirkan anarki. Lebih dari seratus partai muncul tanpa malu-malu mementingkan dirinya sendiri. Kebebasan yang muncul adalah kebebasan yang saling menindas."
"Kebudayaan Indonesia berada dalam ancaman antikebudayaan. Jurnalisme yang tadinya begitu malu-malu mendadak tampil dengan retorika selangit, media massa yang tumbuh seperti jamur di musim hujan tidak bisa diharapkan mengembangkan kebudayaan, bahkan membunuhnya--tidak terlalu banyak yang tampil agak sedikit reflektif dan menyejukkan: tiada tempat bagi kesusastraan."
"Kebebasan hanya punya makna dalam perjuangan. Karena kebebasan sebagai hadiah bukanlah kebebasan lagi, melainkan sebuah suaka."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar