Birokrasi dalam harmoni
Indonesia sore ini tidak lebih dari
sekadar parodi. Permasalahan yang timbul merupakan sebuah komedi yang
menghasilkan gelak bagi penikmatnya.
Bagaimana tidak, dari permasalahan tersebut, orang-orang berlomba atau bahkan
berkompromi untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang muncul. Satu per
satu aspirasi ditampung dan dipilih mana yang memiliki “ambisi”, lalu diimani.
Sebuah hasil kerja kolektif yang dinamakan birokrasi. Memang , kita harus
mafhum terhadap itu semua. Tanpa adanya birokrasi, penataan kehidupan tidak
akan terorganisir dengan baik. Tanpa adanya struktur dan sistem, apakah mungkin
manusia bisa bergerak dengan keteraturan ?
Tuhan menciptakan manusia dilengkapi
dengan susunan di dalam otak. Ketika kita menulis, berbicara, dan bertindak itu
merupakan aktivitas yang tersusun di dalam otak melalui kerangka berpikir. Semua
dilakukan secara struktural. Ada hierarki yang mesti dilalui satu per satu.
Tingkatan-tingkatan yang ada di dalam kepala kita merupakan birokrasi yang
paling mendasar. Dari yang paling mendasar itulah perlu dilakukan pengaturan sebagai
pondasi untuk ke lingkup yang lebih besar, yaitu negara atau daerah di mana
berisi ratusan ribu atau bahkan jutaan orang. Dengan kata lain, diri sendiri
merupakan objek yang tempat untuk memulai segala hal. Ini yang masih menjadi problematik
di Indonesia. Individu dan kelompok yang berperan di dalam suatu sistem sosial agaknya
memiliki permasalahan dalam mengatur birokrasi di dalam diri masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar