Tidurlah di dadaku ketika musim mabuk ditempa pancaroba. Kata-kata yang keluar tanpa sadar adalah kelakar. Selaput fana ialah suara, gelombang semu yang dilahirkan kama. Detik pertama kita terlupa, kesenangan melipir sementara. Detik kedua kita terjaga, kesedihan tinggal dan belajar di dalamnya. Dan detik ketiga kita terbiasa, bahwa masa lalu dan masa lusa cuma rencana.
tidurlah.
Alam mimpi adalah alam yang paling lapang. Alam yang merawat isinya lewat kenangan masa silam dan kecemasan masa depan. Ketenangan menjadi pelajaran utama.Di dunia nyata, aku akan terus mengatur perhelatan pengulangan. Upacara ini akan selesai saat kamu terbangun dari dengkur, waktu senja merayap di serat daun yang hijau dan meneteskan satu atau dua embun sisa semalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar