Ketika Harus Terjadi
Ya Terjadilah
Ketika harus terjadi ya terjadi lah.
Jika kita hanya menunggu waktu sampai tapal batas dan semua mengurai tanpa
bekas jangan salahkan bumi. Setiap anak adam dan hawa pasti ingin dirinya
menjadi suatu bagian yang kekal dalam sanubari para terdekatnya dan yang
mencintainya. Memberi ingatan dalam sesuatu yang mengagumkan untuk dikenang.
Menjadi cahaya untuk pagi mereka dan obat tidur untuk waktu gelap yang mereka
punya. Apa kalian sadar waktu yang diberikan tuhan kepada kita di dunia hanya
sebatas mencicipi bukan memiliki? Kita seperti sedang memainkan tokoh cerpen
yang Tuhan buat,namun Tuhan memberi otonomi penuh pada ciptaannya. Kita bebas
menentukan mau dibawa kemana cerita ini dan seperti apa klimaks serta akhir
dari cerita pendek yang Tuhan miliki. Mereka yang duduk di samping kita hanya
sebagai penonton yang siap untuk bersorak ria atau acuh saat langkah hidup
individu tersebut di hentakkan. Hakikatnya manusia itu hidup sendiri menurut
saya. Yang lain hanya sebuah tuntutan yang harus dipenuhi kebahagiaannya secara
beriringan tanpa di titik beratkan pada satu sisi. Alam,dunia,dan ilahi adalah
tuntutan mutlak untuk seseorang dalam merangkai hidupnya. Keterkaitan antara
tiga unsur itu membuat kehidupan seseorang akan seimbang dari awal hingga akhir
siluetnya. Mengapa saya bisa katakana demikian? Karena menurut saya, pertama :
seorang manusia itu dilahirkan memiliki watak dan jalan hidup yang
berbeda,walau anak kembar sekalipun yang mereka punya hanya bentuk yang sama
tetapi isi yang berbeda. Batu alam misalnya yang memiliki bentuk sama,tekstur
yang sangat amat mirip ketika di buat untuk kedua kalinya hasil yang terjadi
berbeda,ada garis yang memisahkan mereka yang membuatnya berbeda satu dengan
yang lain. Dan kedua : segala yang kita perbuat akan menjadi tanggungan saat
hidup kedua nanti. Dalam liang kubur pun kita sendiri. Saat bertemu para
malaikat yang menanyakan segala hal dahulu pun kita sendiri yang harus
menjawabnya. Sejatinya manusia itu sesuatu yang unik, mereka dibuat untuk hidup
dalam kesendiriannya. sikap egois yang mereka punya itu hanya sekadar bubuhan
Tuhan yang baik. Tetapi di samping itu semua manusia wajib menjalankan tuntutan
yang ada agar tercipta keselarasan dalam hidupnya. Jika itu semua sudah
tercukupi,manusia tersebut tidak akan pernah merasa sepi dalam hidupnya yang
sendiri ini. Manusia itu akan mengerti kenapa dia di ciptakan satu bukan
dua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar