Rabu, 29 Februari 2012

Ketika Harus Terjadi Ya Terjadilah


Ketika Harus Terjadi Ya Terjadilah

Ketika harus terjadi ya terjadi lah. Jika kita hanya menunggu waktu sampai tapal batas dan semua mengurai tanpa bekas jangan salahkan bumi. Setiap anak adam dan hawa pasti ingin dirinya menjadi suatu bagian yang kekal dalam sanubari para terdekatnya dan yang mencintainya. Memberi ingatan dalam sesuatu yang mengagumkan untuk dikenang. Menjadi cahaya untuk pagi mereka dan obat tidur untuk waktu gelap yang mereka punya. Apa kalian sadar waktu yang diberikan tuhan kepada kita di dunia hanya sebatas mencicipi bukan memiliki? Kita seperti sedang memainkan tokoh cerpen yang Tuhan buat,namun Tuhan memberi otonomi penuh pada ciptaannya. Kita bebas menentukan mau dibawa kemana cerita ini dan seperti apa klimaks serta akhir dari cerita pendek yang Tuhan miliki. Mereka yang duduk di samping kita hanya sebagai penonton yang siap untuk bersorak ria atau acuh saat langkah hidup individu tersebut di hentakkan. Hakikatnya manusia itu hidup sendiri menurut saya. Yang lain hanya sebuah tuntutan yang harus dipenuhi kebahagiaannya secara beriringan tanpa di titik beratkan pada satu sisi. Alam,dunia,dan ilahi adalah tuntutan mutlak untuk seseorang dalam merangkai hidupnya. Keterkaitan antara tiga unsur itu membuat kehidupan seseorang akan seimbang dari awal hingga akhir siluetnya. Mengapa saya bisa katakana demikian? Karena menurut saya, pertama : seorang manusia itu dilahirkan memiliki watak dan jalan hidup yang berbeda,walau anak kembar sekalipun yang mereka punya hanya bentuk yang sama tetapi isi yang berbeda. Batu alam misalnya yang memiliki bentuk sama,tekstur yang sangat amat mirip ketika di buat untuk kedua kalinya hasil yang terjadi berbeda,ada garis yang memisahkan mereka yang membuatnya berbeda satu dengan yang lain. Dan kedua : segala yang kita perbuat akan menjadi tanggungan saat hidup kedua nanti. Dalam liang kubur pun kita sendiri. Saat bertemu para malaikat yang menanyakan segala hal dahulu pun kita sendiri yang harus menjawabnya. Sejatinya manusia itu sesuatu yang unik, mereka dibuat untuk hidup dalam kesendiriannya. sikap egois yang mereka punya itu hanya sekadar bubuhan Tuhan yang baik. Tetapi di samping itu semua manusia wajib menjalankan tuntutan yang ada agar tercipta keselarasan dalam hidupnya. Jika itu semua sudah tercukupi,manusia tersebut tidak akan pernah merasa sepi dalam hidupnya yang sendiri ini. Manusia itu akan mengerti kenapa dia di ciptakan satu bukan dua.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar