Tidak akan ada yang pernah mengerti tentang semua ini. Aku,
kamu, atau kalian yang mendengarnya. Dimulai dari awal dihembuskannya ruh-ruh
makhluk bisu dan tuli, memasuki jasadnya satu per satu tanpa berhimpitan. Kemudian
menangis. Ia sudah mengerti akan semuanya. Hal – hal yang sudah ia temui dalam
ruang rahim telah memberi cerita yang mengerikan untuk dilakoni. Kalau saja semua berfungsi sedari awal dan mereka paham akan maksud
jerit makhluk naïf ini,mungkin mereka akan tertawa. Menyeringai ramai , tanda
dari tradisi yang terus berlanjut telah tercapai, membawa ruh-ruh ke dalam
dimensi yang fana. Sejatinya, ini hanya konsekuensi yang harus diterima dari
mimpi-mimpi senjakala. Ruh-ruh pagi tak akan mengenal dualisme pada awal
perjalanannya yang sunyi dan penuh angkara. Ia hanya mengenal satu warna di
dunia ini, putih. Hitam adalah oposisi dari putih yang jenuh akan kebenaran dan
membutuhkan suatu hal yang berbeda untuk dilihat,dirasa,dan didengar.
Ini semua adalah mimpi. kita tertidur dalam ruh untuk waktu
yang singkat, namun mengikat setiap sekat-sekat arti dan mimpi kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar