Rabu, 20 Februari 2013

buat enur

Nur...
adalah cahaya yang melesap ke dalam retina
ketika langit senja merobek mega-mega dan melebur menjadi cuaca
yang tidak pernah berhenti untuk mengeja hari
Nur...
adalah panah yang membenam ke dalam sukma
pada waktu maghrib mendengungkan lafaz kesadaran
dari kata yang memabukkan orang-orang dalam kerinduan
Nur...
         pada batang perdu itu kau duduk dengan tangan di atas pundak tanpa suara atau laga yang membuat burung-burung kabur dari batang pohon yang mulai mengering
        karena hujan hanya datang sesukanya
Nur...
       adalah puisi dari ketakutan tanpa
batas
       pada kata yang diarak bait-bait
kesepian tanpa pengertian

Tinggal kemungkinan.

1 komentar: