cerita dimulai.
kau berperan
dan aku mengaram.
garis diikat sepakat.
pada kata yang datang malu-malu
kita berjalan.
Tiap hari adalah renungan. Dalam tepekur yang teratur, kita bersandar pada ketakutan.
Sampai waktu bermuara di tempat yang tidak terbaca, melipur karangan
dari kenyataan.
dari kenyataan.

Sebagai yang memiliki nama nur gue merasa terpaggil (sekali lagi)
BalasHapusHAHAHAHA nur yang ini mau dibuatin juga emangnya? :3
BalasHapusmana sih enurnya, pengen liat dong :3 wkwkwkwk akirnya punya cem2an juga. cie laku wkakakakakakaka
BalasHapushahahahahahahaha tae, jangan ah malu :3
BalasHapuslebe -.-
BalasHapus