Senin, 25 Februari 2013

untuk enur

pada titik yang bersinggungan
cerita dimulai.
kau berperan 
dan aku mengaram.
garis diikat sepakat.
pada kata yang datang malu-malu
kita berjalan.

Tiap hari adalah renungan. Dalam tepekur yang teratur, kita bersandar pada ketakutan.
Sampai waktu bermuara di tempat yang tidak terbaca, melipur karangan
dari kenyataan.


   Setidaknya, kita sadar. Segala akan memudar pada sukmamu dan sukmaku.


5 komentar:

  1. Sebagai yang memiliki nama nur gue merasa terpaggil (sekali lagi)

    BalasHapus
  2. HAHAHAHA nur yang ini mau dibuatin juga emangnya? :3

    BalasHapus
  3. mana sih enurnya, pengen liat dong :3 wkwkwkwk akirnya punya cem2an juga. cie laku wkakakakakakaka

    BalasHapus
  4. hahahahahahahaha tae, jangan ah malu :3

    BalasHapus